$3%73.....Serasa d'Jepang

$3%73.....Serasa d'Jepang
$@ku%@

Kamis, 30 Juni 2011

RAGAM PENGETAHUAN

RAGAM PENGETAHUAN



Makalah Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Belajar Pembelajaran 2
Pengampu : Pak Noor Hadi Th.



Oleh :

Diah Ayu Juni Marhenti (K1209020)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010


RAGAM PENGETAHUAN


A. PENGERTIAN
Ilmu atau pengetahuan berdasarkan teori informasi dapat dipilah dan dikaji karakteristiknya. Analisis pengetahuan dilaksanakan dengan mengelompokkan jenis ilmu berdasarkan struktur di dalamnya serta jenjang atau tingkat pemahamannya bagi proses belajar seseorang. Berikut hasil kajian beberapa pendapat ahli :
1. MERRILL
Merrill menyatakan bahwa isi pelajaran terdiri atas fakta, konsep, prosedur, dan prinsip, pendapat ini merupakan konsep tertua untuk kategorisasi ilmu yang memfokuskan pada pembentukan kognitif pebelajar. Yang dikembangkan khusus untuk ranah belajar kognitif yang berorientasi pada struktur informasi pada umumnya.
2. KEMP, DKK
Kemp,dkk lebih memerhatikan ranah belajar lainnya seperti kemampuan antarpribadi dan sikap, yaitu :
• Fakta
• Konsep
• Prinsip dan aturan
• Kemampuan antarpribadi
• Sikap
Kemp,dkk berpendapat bahwa proses belajar ,menyangkut ragam pengetahuan kemampuan antarpribadi dan sikap sering diabaikan orang, padahal kompetensi yang sesungguhnya selalu ditinjau dari seluruh aspek tadi. Kemungkinan penyebabnya adalah kesulitan instrument pengukuran hasil belajar atas kedua ragam pengetahuan tersebut. Pandapat mereka sejalan dengan rumusan Bloom tentang ranah afektif
3. ANDERSON dan KRATHWOHL, DKK
Mereka menyatakan bahwa ragam pengetahuan terdiri atas :
• Fakta
• Konsep
• Prosedur
• Metakognisi
Metakognisi merupakan cirri utama dari konsep mereka tentang ragam pengetahuan. Mereka beranggapan bahwa jika seseorang sedang belajar, maka akan terjadi peningkatan kognitif dalam dirinya. Dengan berpikir kognitif menjadi dasar segala penguasaan ilmu dan p[eningkatan kemampuan.
4. ROMISZOWSKI
Romiszowski bersama Kemp,dkk memiliki visi yangt sama atas pencantuman kemampuan antarpribadi dan sikap sebagai bagian ragam pengetahuan. Romiszowski menyatakan bahwa ragam pengetahuan motorik juga terabaikan atau mengalami nasib yang sama seperti sikap dan kemampuan antarpribadi, anggapan bahwa yang dikerjakan melalui motorik tak harus dipikirkan secara matang menjadi alasan pengabaian ragam pengetahuan ini. Padahal orang yang mampu menunjukkan kinerja motorik dengan baik bagi Romiszowski berarti orang tersebut termasuk orang pandai. Kemampuan motorik yang menonjol ditandai oleh penguasaan ragam pengetahuan lain sampai yang tersulit yaitu metakognitif.
Dua ahli sebelumnya yang mencantumkan motorik adalah Bloom dengan istilah psikomotor, serta Gagne dengan sebutan kemampuan motorik, yang sepakat bahwa motorik berkaitan erat dengan keahlian seseorang dalam melakukan pekerjaan terkait dengan fungsi anggota tubuh.

B. ANALISIS RAGAM PENGETAHUAN
1. FAKTA
 Merrill : fakta adalah informasi tentang nama orang, tempat, kejadian, julukan, istilah, symbol, juga hubungan antar informasi tersebut. Merrill pakar yang lebih awal mendeteksi kategorisasi isi atau pengetahuan yang bersifat kognitif ini sebagai landasan berpikir bagi setiap orang untuk mempelajari hal, mulai dari yang sederhana samapi yang paling sulit.
 Kemp, dkk : fakta adalah hubungan antara dua objek.
 Anderson dan Kratwohl, dkk : pengetahuan fakta merupakan landasan bagi seseorang untuk menguasai ragam pengetahuan lain. Elemen fakta adalah symbol-simbol yang dikaitkan dengan benda konkret yang dapat memberikan gambaran pentingnya informasi.

Mereka menhgelompokkan fakta menjadi dua :
 Istilah: menururt mereka juga menyebutkan bahwa kata-kata, bilanagn, tanda, symbol atau gambar termasuk ragam pengetahuan fakta tentang istilah.
 Rincian atau elemen : ragam pengetahuan fakta menyangkut rincian khusus , aspek sesuatu hal yang tersirat dalamm fakta itu sendiri. Rinciannya yaitu rincian kejadian, lokasi, orang tanggal tetentu dan sebagainya.

Ragam pengetahuan fakta berkaitan dengan :
 Nama porang, tempat, yang menurut kebahasaan harus ditulis dengan huruf awal besar seperti Dewi, bandung.
 Benda, baik konkret paupun abstrak, termasuk di dalamnya flora dan fauna seperti meja, kursi, berbagai jabatan dan profesi dan seterusnya.
 Kejadian atau peristiwa proklamasi Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
 Berbagai istilah seperti ekonomi, ilmu dan sebagainya.

2. KONSEP
Konsep ada dua yaitu, konkret atau nyata dan abstrak. Konsep nyata mengandung aspek kebendaan dan kasatmata. Sedangkan usul, gagasan, pandanagan atau pendapat eseorang terhadap sesuatu hal dapat dikategorikan sebagai konsep abstrak.
• Kemp,dkk : konsep adalah ketegori atau ragam yang menunjukkan kesamaan atau kemiripan gagasan, kejadian, objek atau kebendaan.
• Merrill : konsep adalah kelompok objek atau kebendaan, kejadian, symbol, yang memiliki kesamaan atau kemiripan karakteristik serta nama atau julukan.
• Anderson dan Krathwhohl : pengetahauan konsep mencakup pengetahuan kategorisasi atau klasifikasi tersebut. Konsep dengan ragam fakta lebih rumit, berbentuk teratur dan terorganisasi. Baik secara tersurat maupun tersirat. Konsp adalah tentang skema, yang disajikan dalam gambar atau dalam pikiran seseorang.

Dari contoh di atas dapat dirumuskan bahwa konsep berupa klasifikasi sdan kategori memiliki kesaamaan ciri-ciri atau gagasan di antara struktur atau komponennya doperlukan sebagai persyaratan membangun konsep, klasifikasi atau kategori.

3. PRINSIP
 Merrill : prinsip nberupa penjelasan atau ramalan atas sesuatu kejadian di dunia ini, menyangkut hukum sebab-akibat dengan sifat hubungan korelasi untuk menginterpretasi kejadian khusus.
 Kemp,et al : prinsip merupakan hubungan antara dua konsep. Contoh prinsip mikroekonomi, jika kebutuhan tinggi, sedangkan pasokan rendah maka harga menjadi tinggi.
Perbedaan keduanya yaitu Merrill menyatakan bahwa prinsip adalah prediksi atau alas an mengapa sesuatu hal terjadi, bertdasarkan dalil atau rumus tertentu, sedangkan Kemp,et al menggarisbawahi ragam pengetahuan prinsip terkait dengan pengertian sebab-akibat.

4. PROSEDUR
Isi atau materi tentang pelaksanaan suatu pekerjaan atau tugas yang berurutan disebut prosedur.
 Kemp,dkk : prosedur adalah tugas atau pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh peserta didik secara bertahap atau berurutan.
 Merrill : prosedur adalah rangkaian langkah pelaksanaan pekerjaan yang harus dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai tujuan tertentu, atau untuk menyelesaikan suatu masalah atau produk.

5. KEMAMPUAN ANTARPRIBADI
 Kemp,dkk : kemampuan mengungkapkan kata dan nonkata seperti bahasa tubuh, isyarat, mimik, dengan baik adalah kemampuan antarpribadi. Kemapmpuan seseorang juga dapat ditinjau dari cara beradaptasi, menggunakan bahasa tubuh, dan berkomunikasi. Kemampuan antarpribadi sering terabaikan, karena lembaga pendidikan biasanya hanya mengasah kemampuan kognitif saja, padahal profesi tertentu sangat membutuhkan kemampuan ini.

6. SIKAP
 Kemp,dkk : sikap sebagai predisposisi untuk perilaku seseorang, ini sering terlupakan padahal tanpa disadari melekat pada program pendidikan atau pelatihan.
 Gagne dan briggs : ragam pengetahuan sikap sebagai sistemn nilai yang dianut oleh seseorang serta moral atas semua yang dihadapi dalam hidup ini.
 Sikap merupakan sesuatu hal yang sulit diprediksi dan memakan waktu yang lama untuk mengukurnya. Meskipun mendapatkan nilai tinggi, belum tentu dapat menjadi guru yang baik, namun perlu waktu, dan kendala lain adalah fasilitas, waktu dan teknik pengamatan sikap yang relatif sulit dijangkau.
 Romiszowski : pengetahuan sikap sebagai reaksi atau jawaban terhadap sesuatu di sekelilingnya. Pengetahuan sikap menurut Romiszowski :
a. memerhatikan atau memperlihatkan rasa tertarik terhadap sesuatu hal.
b. Bereaksi atau menunjukkan perilaku tertentu terksit dengan hal tadi
c. Melakukan pertimbangan tertentu atas hal tadi, baik buruk, untung rugi dan seterusnya
d. Memutuskan yang telah ia lakukan tadi, jika ia menerima, maka is sudah mempertimbangkan sebaik mungkin bagi masa depannya
e. Menentukan sistem nilai yang berlaku dalam dirinya serta mengekspresikannya dalan perilaku.

7. METAKOGNISI
Metakognisi adalah ragam pengetahuan tersulit dan rumit. Awalan meta berarti di atas, lebih dari atau transenden. Metakognisi berarti kemampuan seseorang untuk mengatur alur berpikir, memutuskan, memilah, memilih, bahkan untuk mlakukan introspeksi demi perbaikan pola piker itu sendiri.
 Gagne : metakognisi sebagai bagian dari pengetahuan strategi kognitif.
 Anderson dan Krathwohl : metakognisi adalah pengetahuaan tentang strategi bersifat umum yang digunakan untuk pekerjaan atau tugas yang berbeda-beda, keadaan dan kondisi saat digunakan dengan efektif. Metakognisi yaitu pengatahuan tentang kognisi atau proses berpikir secara umum berikut kesadaran seseorang terhadap apa yang ia hadapi dan mampu ia pikirkan.
 Metakognisi adalah kemampuan seseorang dalam berpikir secara umum mencakup kmampuan dalam memilih dan menerapkan teori, teknik atau prosedur yang berbeda untuk mengenal hal yang berbeda pula.
Metakognitif terdiri atas :
 Pengetahuan strategi : yaitu cara berpikir seseorang dalam menentukan langkah, strategi, atau memilih teknik dan teori dalam mengatasi masalah. Berkaitan dengan mengingat, menyusun inti sari bacaan, membaca buku teks dan sebagainya.P
 Pengetahuan tugas kognitif : kadang bisa lebih mudah atau lebih sulit dari pengetahuan strategi. Dalam pemilihan dan penyesuaian tergantung kondisi, situasi, lokasi, atau keadaan sesuatu yang berbeda.
 Secara kontekstual, orang yang menyusun makalah akan memilih dan memilah teori yang akan diterapkan, proses berpikir mencakup :1) menyusun tema makalah. 2) merangkaikan isi 3) memilih teori atau kutipan yang sesuai ditinjau dari susunan isi dan alas an.
 Pengetahuan diri : sangat penting untuk diri sendiri maupun oranglain dalam belajar. Seseorang yang mengenal dirinya dengan baik akan mengenali pula kelebihan atau kekuatan dan kekurangan yang dimilikinya.

8. MOTORIK
Ragam pengetahuan tidak selalu berkaitan dengan kognitif. Orang dapat saja mengungkap pengetahuannya dalam bentuk gerak-gerik yang kasatmata. Orang yang terlihat mahir atau terampil dalam melakukan sesuatu hal sebenarnya mencerminkan penguasaan pengetahuan atas pejkerjaan fisik tertentu.
Romiszowski mengembangkan jenjang ragam pengetahuan motorik menjadi :
• Pengetahuan : kesadaran seseorang untuk mengunakan anggota badannya untuyk melaksanakan sesuatu berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui pancaindranya.
• Respon bertahap : upaya seseorang meniru gerakan tertentu, yang memang benar-benar mengikuti apa yang diperintahkan sesuai dengan contoh gerakan yang disampaikan.
• Pantau-ubah : terjadi peningkatan kemapuan, yaitu gerakan tak lagi ditiru begitu saja, namun dipilih dan dipilah sesuai dengan prinsip dan konsep diri orang tersenbut. Pantau-ubah yaitu penyesuaian diri seseorang terhadap gerak motorik yangh sudah dipelajari.
• Otomatisasi : kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu hal tanpa memerlukan contoh lagi, semua ragam jonsep, prinsip, prosedur telah dikuasai semua.
Gagne dan Briggs, menyatakan bahwa motorik terkait dengan :ketepatan, kecepatan serta kelenturan pelaksanaan pekerjaan.
Makin cepat dan tepat serta lentur gerak motorik seseorang, maka makin tinggi pengetahuan kognitif yang ia miliki.

C. SIFAT PENGETAHUAN
Sifat pengetahuan dianggap sebagai penjelasan atau uraian tentang jenjang, kedalaman kemapmpuan atau kompetensi yang harus dikuasai oleh seseorang peserta didik dalam belajarnya, berikut penyampaian pengetahuan yang sifatnya mempengaruhi pertimbangan penyusunan kurikulum . peran sifat pengetahuan terkait dengan analisis tugas belajar atau learnigng task analysis.kurikulum nmengacu pada satu kompetensi primer. Sehingga setiap sifat pengetahuan mengandung seluruh atau sebagian ragam pengetahuan.
1. PENGETAHUAN INTI
Yaitu pengetahuan yang menjadi tumpuan untuk penguasaan kompetensi dasar tertentu.
2. PENGETAHUAN BERSYARAT
Yaitu pengetahuan yang menjadi landasan berpikir pengetahuan inti yang benar-benar harus dikuasai sebelum pengetahuan inti tersebut dipelajari.
3. PENGETAHUAN LANJUTAN
Yaitu jenjang pengetahuan yang lebih suloi dan mendalam.
4. PENGETAHUAN PENDUKUNG
Yaitu pengetahuan sebagai pengayaan (enrichment) pengetahuahn inti dan lanjutan dikuasai.
D. JENJANG BELAJAR DAN KOMPETENSI
Proses belajar yaitu untuk mencerna berbagai ragam yang sangat rumit, yang dilakukan secara bertahap, berkembang terus-menerus. Waktu, kematangan atau kesiapan mental pebelajar, lingkungan belajar, serta tingkat kesulitan materi sangat berpengaruh terhadap laju belajar.
Belajar terjadi secara bertahap atau berjenjang yang menunjukkan tingkat kesulitan dan kedalaman penguasaan pengetahuan melalui berbagai pendekatan, karena desainer pembelajaran harus memutusakan bagaimana penyajiuan materi atau ragam pengetahuan yang memudahkan dan membantu mempercepat terjadinya proses belajar . beiasanya jenjang rendah untuk mengawali proses belajar, dilanjutkan ke jenjang lebih sulit lagi.
Merrill menjelaskan proses berpikir menjadi :
 Mengingat
 Mnemukan atau mnerapkan
 Mnemukan.
Krathwohl dan Anderson, dkk membagi proses berpikir kognitif menjadi:
 Mengingat
 Mengerti
 Menerapkan
 Menganalisis
 Menilai
 Berkreasi

E. TEKNIK PENYAJIAN : CONTOH
Dengan adanya contoh, maka diharapkan uraian lebih mengena dan mudah dicerna. Makna contoh dalam proses blajar sangat banyak membantu para pakar dalam menyajikan pengtahuan kepada peserta didik agar mudah dipahami dalam jangka waktu lama menggunakan teknik penyajian contoh dan penyajian berpola.
1. PERANAN CONTOH
Menunjuk pada :
a. toh kebendaan (konsep kursi : kursi makan)
b. contoh perumpamaan atau ilustrasi (perumpanamaan tokoh)
c. contoh demonstrasi (rumus disajikan dalam soal dan pembahasan)
d. contoh perilaku seseorang, baik dan buruk ( dianut perilaku teladan dan tutur katanya )
Contoh adalah solusi untuk hal yang bersifat abstrak dan dianggap sulit dipahami. Contoh merupakan alur pembelajaran dari hal termudah menuju tersulit. Contoh dianggap sebagai upaya mengurangi gejala verbalisme dalam belajar, kekuatan contoh sebagai teknik penyajian secara tertulis, maupun penyajian program media audiovisual tertentu.
2. PENYAJIAN BERPOLA
Contoh memiliki kekuatan khusus sebagai bagian dari penyajian pengetahuan, penyajian dengan pola tertentu, terkait dengan alur berpikir dan komptensi yang diharapkan dari peserta didik. Penyajian berpola contoh ada dua :
 Definisi + (salah satu) pengetahuan + contoph masing-masing
(alur analisis, menjabarkan)
 Contoh-contoh + kesimpulan+ (salah satu) pengetahuan + definisi
(alur sintesis, menyimpulkan)

F. KONTEKS RAGAM PENGETAHUAN
1. RAGAM PENGETAHUAN DAN KAHLIAN
Setiap mata pelajaran dikembangkan sebagai pengetahuan. Pengetahuan sering kali dikaitkan dengan keahlian dan atau keterampilan. Intinya, pengetahuan digunakan sewaktu-waktu oleh orang tersebut pada saat yang tepat. Pengetahuan dianggap abstrak, terkait dengan kemampuan organ berpikir manusia , yaitu otak. Pengetahuan sangatklah rumit, berstruktur, dan setiap kategorinya mempunyai kekhususan tersendiri.
Keahlian merupakan potensi yang diwujudkan dalam suatu kegiatan atau gerak yang kasatmata. Dalam hal ini, mengemukakan gagasan, menerima atau menolak gagasan, serta melakukan sesuatu termasuk keahlian. Keahlian juga mengacu pada keterampilan yang terlihat dari gerak-gerik atau olah tubuh seseorang sewaktu melakukan suatu pekerjaan. eahlian mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Keterampilan yang menonjol adalah buah pikiran seseorang yang memiliki pengetahuan yang memadai.

2. RAGAM PENGETAHUAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Setiap proses belajar memerlukan penanganan khusus untuk menentukan strategi, media, penilaian. Analisia ragam pengetahuan dilakukan agar para desainer pembelajaran atau pengajar dapat menentukan kondisi lingkungan belajar sesuai sifat pengetahauuan itu.
Kompetensi atas kategorisasi ilmu sangat penting bagi instruktur agar ia dapat menyajikan mata diklat dengan tepat. Bertdasarkan ragam pengetahuan yang telah dipilah, maka pengajar dapat mengembangkan dan menentukan bagaimana menyajikan suatu bahasan dengan efektif.

3. RAGAM PENGETAHUAN DENGAN AJARAN
Dalam bentuk drama, contoh : perang Dio[onegoro adalah topic atau bahasan yang dicantumkan dalam kurikulum. Teknik untuk menguasai topic tersebut sangat berbeda karena topik dapat dipandang dari berbagai sisi. Jika dianggap fakta, maka proses kognitifnya adalah mengingat, jika perang Diponegoro dipandang sebagai prinsip (perang) maka topic dapat disajikan dalam drama. Jadi, topic sebagai pengetahuan terkait dengan jenjang kompetensi yang akan dicapai.

4. RAGAM PENGETAHUAN DAN PERBEDAAN INDIVIDU
Setiap makhluk hidup diciptakan berbeda. Struktur tubuh orang menunjukkan perbedaan yang nyata. Perbedaan yang timbul karena kepribadian seseorang yang sudah jelas berbeda. Silang pendapat, selera makan, dan berpakaian dan yang lebih penting lagi adalah cara berpikir yang berlainan menggambarkan ‘muatan’ pengetahuan dari seseorang tidak sama dengan orang sekelilingnya. Potensi orang secara pribadi terbagi atas tiga, yaitu cerdas, berbakat dan kreatif.
Setiap kelompok individu mempunyaio cirri khas yang menetap. Orang cerdas mempunyai kelebihan dari organ berpikirnya, yakni otak. Orang cerdas mempunyai kecenderungan berpengetahuan yang tinggi, atau berkemampuan kognitif dan metakognisi yang bagus.
Orang berbakat mampu menguasai sesuatu hal di luar kemampuan orang lain, menguasai keahlian dan keterampilan tanpa harus bersusah payah mempelajarinya. Bagi orang kreatif, tak ada yang terbuang, hal apapun yang dianggap sampah mampu diubah menjadi sesuatu yang bernilai, menarik, dan berbeda dari yang lain, dan mereka adalah orang-orang yang sangat potensial.
Setiap kelompok memiliki porsi ragam pengetahuan berbeda karena kepekaan khusus yang dimilikinya. Pola piker yang cerdas biasanya didominasi oleh ragam pengetahuan yang kognitif, skonsep,prinsip, atau metakognisi. Ragam pengetahuan motorik mendiminasi olahragawan. Pekerja seni dipengaruhi oleh ragam fakta dan sikap. Pekerja sosial memerlukan ragam pengetahuan yang menonjol. Kepekaan atas salah satu atau kombinasi dominant ragam pengetahuan menjadi modal dasar belajar seseorang.

5. MATRIKS ANALISIS MATERI
Disusun sebagai contoh bagaimana suatu topic dikemnbangkan dan di analisis hingga akhirnya mnenunjukkan ragam pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

Tanggapan :
Menurut saya teori/ konsep/ prinsip yang termuat dalam bab tersebut merupakan materi baru dan ada hubungannya dengan materi belajar pembelajaran pada semester satu hubungannya dengan pembentukan guru yang provesional, karena dengan banyaknya ragam pengetahuan di atas sangat diperlukan untuk menjadi seorang guru profesional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar